Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Indahnya ketika Khilafah Tegak

Gambar
Kebijakan Khilafah Terhadap Perayaan Keagamaan Orang-orang Kafir Oleh: Syamsuddin Ramadhan An Nawiy Khilafah adalah negara yang tegak di atas akidah dan syariat Islam.  Akidah Islamiyyah adalah asas negara; dan syariat Islam merupakan satu-satunya hukum untuk mengatur urusan negara dan rakyat. Khilafah Islamiyyah tidak akan mengadopsi atau mendakwahkan pemikiran dan hukum yang bertentangan dengan Islam. Walaupun Khilafah harus  mengakomodasi keragaman agama dan keyakinan selain Islam, memperlakukan orang-orang kafir dengan adil, serta memenuhi hak dan kebutuhan mereka dengan cara yang makruf, namun,  itu tidak berarti Khilafah Islamiyyah akan memberikan dukungan bagi penyebaran agama dan keyakinan selain Islam, dalam bentuk apapun. Sebab, Khilafah tidak hanya bertugas melakukan ri’ayah suunil ummah belaka, namun  ia juga diberi taklif mendakwahkan Islam agar orang-orang kafir masuk ke dalam agama Islam.     Khalifah dan pejab

Tahayul Natal

Gambar
Tahayul Natal   Natal merupakan kebiasaan orang pagan yang diadopsi oleh orang Kristen. Orang-orang Kristen percaya bahwa 25 Desember adalah hari kelahiran tuhan mereka yaitu Yesus Kristus. Padahal tidak ada sumber yang shahih, termasuk sejarah, yang bisa memastikan benarkah tanggal itu kelahiran Yesus. Sebaliknya, bukti-bukti justru menunjukkan bahwa keyakinan penganut Nasrani itu tidak ada dasarnya dan salah besar. Sebagian kaum Nasrani menyadari itu dan tidak mau merayakan Natal pada 25 Desember. Zhahir Khan, Ketua Umum Lembaga Kristologi Indonesia menjelaskan, Yesus atau Nabi Isa as sendiri tidak tahu menahu sama sekali dengan Natal atau agama Kristen. Menurutnya, agama Kristen dibuat dan disebarkan oleh Paulus, bukan Yesus. Ia kemudian mengutip sejarawan Yahudi bernama Max I Dimont. Dalam bukunya The Indestructible Jews halaman 227, disebutkan orang tidak boleh lupa bahwa Yesus itu tidak pernah beragama Kristen. Kata “Kriste

Film "Kembang Polaria" Film asli Selakau-Sambas

Gambar
wah keren!!! itulah kesan pertama saya ketika pertama kali menonton film lokal karya biak selakau ini... tradisional tapi tetep professional muantap banget...!!! tapi bagi yang gak faham bahasanya masih belum ada subtitlenya...ntar dicariin ya..ehehe nih trailernya.. Sebuah film lokal, mengangkat Pantai Polaria menjadi lokasi syuting. Disutradarai oleh H. Erman atau sapaannya sehari-hari Haji Gogo, terbitlah sebuah film ber-genre komedi "Kembang Polaria". Beliau juga berperan sebagai aktor utama dan tak kalah dengan Kota-kota lainnya di Kalimantan Barat. Film komedi lokal yang mengangkat tentang kehidupan masyarakat setempat dalam kesehariannya, dikemas oleh Sanggar Serumpun Bunga Desa dan Kress Studio. "Semoga kedepannya anak bangsa semakin maju dan terus berkarya, berjiwa nasionalisme yang tinggi dan selalu mengharumkan daerah asalnya," ujar salah satu blogger. sumber: http://sambas-borneo.blogspot.com/2012/10/film-lokal-karya-anak-sambas.htm